Muatan Pembelajaran : SBdP (4.2), PPKn (3.1), Bahasa Indonesia (3.3)
Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui Kegiatan Mengamati siswa dapat menjelaskan unsur unsur tari dengan benar
2. Melalui kegiatan berdiskusi siswa dapat contoh contoh penerapan nilai nilai persatuan dan kesatuan dengan benar
3. Melalui praktik, siswa dapat membuat teks pidato dengan baik
Apa
kabar anak-anak di rumah ? semoga anak sholih sholihah semua selalu
dalam keadaan sehat wal’afiyah dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya,
amiin ....
Anak sholih sholihah, di masa
pandemi covid seperti saat ini, kalian harus tetap waspada, pakailah
masker terutama saat berada di luar rumah, rajinlah mencuci tangan
sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Makanlah makanan bergizi dan
istirahat yang cukup, supaya kesehatan kalian tetap terjaga.
Anak sholih sholihah, mari awali kegiatan hari ini dengan membaca doa, dilanjutkan murojaah, dan sholat duha
Sekarang,
mari kita bersiap-siap memulai pembelajaran hari ini. Mintalah bantuan
kepada bunda/mama untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan
pembelajaran ya! Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan
maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah
mendapatkan bantuan.
SBdP :
Ayo Membaca
Unsur Tari
Dalam
tarian terdapat berbagai unsur yang saling mendukung sehingga
memunculkan perpaduan yang harmonis. Keharmonisan itu akan membuat
sajian tari menjadi indah dan menarik. Unsur tari terdiri atas gerak,
busana, tata rias, properti, dan iringan.
1. Gerak
Gerak
tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat
dinikmati oleh orang lain. Gerak tari diperagakan berdasarkan ruang,
waktu, dan tenaga. Ciri khas gerak tari setiap daerah di Indonesia
berbeda-beda.
Gerak tari terbagi atas dua
macam, yaitu gerak murni dan gerak maknawi. Gerak tari murni yaitu gerak
yang tidak mengandung arti tetapi tetap mementingkan keindahan.
Sebaliknya, gerak tari maknawi mempunyai arti tertentu.
2. Tata busana
Tata
busana tari meliputi semua pakaian yang dikenakan penari saat
mempertunjukkan suatu karya tari di atas pentas sesuai peran yang
ditampilkan. Tata busana tari disesuaikan dengan konsep, tema, karakter,
dan bentuk tarian. Tata busana membantu penonton menangkap ciri sebuah
peran atau tokoh. Tata busana juga memperlihatkan kesesuaian hubungan
antara peran dengan karakter tarian yang dibawakan.
3. Tata rias
Dalam
mempertunjukkan suatu tarian, penari harus merias wajahnya. Alat-alat
rias yang digunakan meliputi bedak, lipstik, pensil alis, dan perona
mata serta perona pipi. Tujuan rias wajah untuk mengubah tampilan wajah
penari sesuai dengan jenis karakter tarian yang dibawakan.
4. Iringan tari
Iringan
tari merupakan bunyi-bunyian untuk mendukung suasana penampilan tari.
Iringan tari dapat berupa permainan alat-alat musik modern atau
tradisional. Iringan tari juga dapat berupa bunyi yang berasal dari
gerakan tubuh, misalnya tepuk tangan, hentakan kaki, siulan, atau
nyanyian.
5. Properti tari
Properti
tari meliputi semua alat yang digunakan oleh penari dalam melakukan
gerakan tari. Properti tari dapat berupa selendang, kipas, topeng,
piring, kuda kepang, keris, tombak, tameng, atau benda-benda lain.
Pemilihan properti tari disesuaikan dengan jenis tari yang akan
ditampilkan.
6. Tempat pertunjukan
Seni
tari memerlukan tempat untuk mempertunjukkanya. Tempat pertunjukan tari
biasa disebut panggung. Secara umum, jenis pentas tari ada dua: pentas
tertutup dan pentas terbuka. Pentas tertutup diadakan di dalam ruang
kelas, gedung, atau aula. Sebaliknya, pentas terbuka dapat diadakan di
lapangan, halaman rumah, atau bahkan di jalan.
PPKn :
Ayo Berdiskusi
Semangat
bermusyawarah untuk mufakat yang telah dilakukan oleh warga sekolah
Sudin merupakan pencerminan dari pengamalan sila keempat Pancasila
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan”. Dalam kelompokmu, ayo sampaikan
contoh-contoh kegiatan bermusyawarah di lingkungan sekitarmu. Tuliskan
hasil diskusimu dalam bentuk tabel seperti berikut.
Semangat kekeluargaan
Musyawarah
Gotong Royong
Menjenguk teman sakit di rumah sakit
Membantu tetangga yang sedang hajatan
Membantu tetangga yang terkena musibah
Menyediakan konsumsi acara rapat pembangunan jalan desa
Memilih ketua kelompok diskusi
Musyawarah menentukan pembagian tugas acara kegiatan warga
Musyawarah panitia acara lomba kemerdekaan Republik Indonesia
Musyawarah pemilihan ketua kelas
Membersihkan lingkungan sekitar
Membersihkan tempat ibadah
Membantu persiapan acara lomba kemerdekaan Republik Indonesia
Membersihkan jalan desa yang akan dibangun
Dalam
kehidupanmu di sekolah, musyawarah sangatlah penting. Kalian bisa
bermusyawarah dalam berbagai kegiatan. Namun, ada kalanya kalian tidak
dapat melakukan musyawarah. Salah satunya ketika kalian mengerjakan tes
atau ujian.
Diskusikanlah
dengan kelompokmu tentang kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dengan
musyawarah dan kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan sendiri.
Tulislah hasilnya dalam bentuk tabel seperti berikut
Kegiatan yang Dilakukan dengan Bermusyawarah
Kegiatan yang Tidak Dapat Dilakukan dengan Bermusyawarah
Memilih pengurus kelas
Merencanakan kegiatan belajar kelompok
Menyelesaikan perselisihan antar teman
Menentukan regu piket
Mengerjakan ulangan harian
Mengerjakan tugas individu
Mengerjakan Ujian
Mengerjakan pekerjaan rumah
Bahasa Indonesia :
Ayo Membaca
Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur
Ida,
teman sebangku aku. Mungil, berkulit hitam manis, tidak banyak bicara,
dan pandai. Ia seorang anak yang sederhana. Ayahnya sudah lama
meninggal. Ia hidup bersama ibu dan adiknya.
Ida
anak yang sangat pandai. Nilai-nilainya yang selalu bagus, memberinya
kesempatan meneruskan sekolah tanpa biaya. Semua buku pelajaran dan
perlengkapan ditanggung oleh sekolah. Ida tak pernah malu dengan kondisi
keluarganya. Bahkan ia semakin rajin belajar dan terus berprestasi. Ida
juga selalu menjadi tempat bertanya jika teman-temannya mengalami
kesulitan dalam pelajaran. Teman-teman memilih Ida sebagai ketua kelas.
Pandai, tenang, dapat berkomunikasi dengan baik, serta mampu menjaga
ketertiban kelas menjadi modal utamanya.
Hari
ini, Ibu Tati mengingatkan tentang ulangan matematika. Sebagian siswa
tidak siap. Termasuk Gugut, si jagoan bola, yang duduk di belakang
kami. “Waduh, saya belum belajar, Bu! Kemarin, saya seharian bermain
bola sampai sore. Pulang ke rumah langsung tidur, Bu!” protesnya.
Ulangan
tetap berlangsung. Gugut resah. Ia menengok ke kiri dan ke kanan.
Tiba-tiba, ditendangnya kursi Ida dari belakang. “Ssstt..Ida! Bantu aku
dong! Geser sedikit ke kiri, agar aku bisa melihat jawaban di kertas
ulanganmu!” pinta Gugut.
Ida tak bergeming. Ia hanya menggelengkan kepala pelan, tanpa menengok ke belakang. Gugut mengganggunya lagi.
“Ayo dong, Ida. Sekali ini saja. Nanti aku beri kamu uang sepuluh ribu rupiah. Kamu bisa jajan kue di kantin” rayunya.
Gugut
tahu benar Ida tidak pernah jajan di kantin. Ibunya tidak memberinya
bekal uang jajan. Ida selalu membawa sebungkus nasi dan lauk dari rumah.
Namun, di luar dugaan Gugut, Ida tidak terusik. Sekali lagi, ia
menggeleng pelan. Sampai waktu berakhir, Gugut terpaksa menyerahkan
kertas ulangannya dengan lunglai.
Pada waktu istirahat Ida menghampiri Gugut.
“Maaf
ya, Gugut. Aku bukan tidak ingin membantumu. Menyontek dan memberi
contekan kepada teman, adalah perbuatan tidak jujur. Bahkan, perbuatan
tersebut bisa dianggap sebagai korupsi kecil-kecilan” katanya kepada
Gugut.
“Ah, Ida. Masa menyontek sekali saja
dianggap korupsi? Setahuku korupsi nilainya milyaran, dan hanya
dilakukan oleh pejabat berkuasa” kata Gugut.
“Gugut,
justru kita harus melatih diri. Korupsi dan menyontek sama-sama
mengambil hak orang lain. Bernilai kecil atau besar, tetap saja tidak
jujur. Kita membiasakan diri bertingkah laku lurus, mudah-mudahan ketika
besar nanti kita tidak akan tergoda untuk melakukan korupsi. Dalam
bentuk apa pun!” Ida menambahkan dengan panjang lebar.
Aku
dan teman-teman sekelas yang ikut mendengarkan percakapan Ida dan Gugut
terdiam setuju. Memang tidak salah kami memilih Ida sebagai pemimpin di
kelas. Tidak sekadar pandai, Ida juga patut dijadikan teladan
Untuk lebih memahami materi hari ini, simaklah video berikut ini :
Muatan Pembelajaran : Bahasa Indonesia (3.3), PKN (3.1), IPA (3.2), IPS (3.3)
Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik dapat menggali isi teks pidato yang di
dengar dan dibaca, siswa dapat mengetahui nilai-nilai pancasila dalam
kehidupan sehari-hari , siswa mampu menyelesaiakan soal pengolahan data.
Apa
kabar anak-anak bu guru di rumah ? semoga anak sholih sholihah semua
selalu dalam keadaan sehat wal’afiyah dan tetap dalam lindungan Allah
SWT ya, amiin ....
Anak
sholih sholihah, di masa pandemi covid seperti saat ini, kalian harus
tetap waspada, pakailah masker terutama saat berada di luar rumah,
rajinlah mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Makanlah
makanan bergizi dan istirahat yang cukup, supaya kesehatan kalian tetap
terjaga.
Anak sholih sholihah, mari awali kegiatan hari ini dengan membaca doa, dilanjutkan murojaah, dan sholat duha
Sekarang,
mari kita bersiap-siap memulai pembelajaran hari ini. Mintalah bantuan
kepada bunda/mama untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan
pembelajaran ya! Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan
maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah
mendapatkan bantuan.
BAHASA INDONESIA
Ayo Menulis
Tulislah
rancangan pidato singkat untuk mengajak teman-temanmu gemar membaca.
Ingatlah teks pidato harus memuat hal-hal pokok berikut.
1. Salam Pembuka
Kalimat
sapaan (Assalamualaikum Wr. Wb/Salam sejahtera/ Selamat pagi/ selamat
siang/ selamat malam, dan lain sebagainya kepada kepala sekolah, dewan
guru dan rekan siswa)
2. Pendahuluan
Menjelaskan topik yang akan dibahas. (Memaparkan data tentang tingkat gemar membaca di Indonesia dibandingkan negara lain)
3. Inti
Berisi bahasan topik secara lengkap. (Tentang manfaat membaca, himbauan dan ajakan membaca)
4. Penutup
Berisi ringkasan dari pembahasan topik. (Rangkuman atau ringkasan dari pidato gemar membaca)
5. Salam penutup
Berisi ucapan terima kasih dan salam
Contoh Teks Pidato
1. Salam Pembuka
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh....
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua
2. Pendahuluan
Pada
kesempatan ini saya ingin menyampaikan pidato tentang gemar membaca.
Era globalisasi memudahkan kita memeproleh informasi. Membaca merupakan
salah satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat memperoleh informasi
tersebut. Membaca memiliki banyak sekali manfaat. Membaca sangatlah
penting untuk semua orang.
3. Inti
Ada
banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan minat membaca,
yaitu dimulai dengan kemauan dari diri kita sendiri untuk membaca. Kita
membiasakan diri untuk membaca seperti yang kita lakukan pada kebiasaan
lain. Kita bisa membaca koran, majalah, buku- buku pelajaran dan
sebagainya untuk membiasakannya. Bisa juga dengan sering mengunjungi
perpustakaan dan meminjam buku di perpustakaan.
Dari
membaca, banyak manfaat yang bisa kita dapat yaitu kita lebih disiplin
dalam mengatur waktu, terutama waktu luang, dapat memperoleh informasi
dan menambah wawasan. Harapan saya semoga dengan membaca, wawasan kita
akan lebih luas dan minat membaca kita semakin besar.
4. Penutup
Marilah
kita tumbuhkan minat membaca, untuk menambah wawasan kita mengenai
dunia dan lingkungan sekitar kita. Mulailah membaca dari diri sendiri
dengan membaca bacaan yang ada di sekitar kita.
5. Salam Penutup
Demikian
pidato ini saya sampaikan. Bila ada kata- kata yang kurang berkenan,
saya mohon maaf dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Wabillahi taufik walhidayah
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Ayo Membaca
Kepala Sekolahku, Pemimpin Idolaku
Termenung
Pak Welly memandang brosur di hadapannya. Lomba Pidato Anak bertema
“Bersatu untuk Maju’ begitu tertulis pada judul brosur. Beliau berpikir
keras. lngin sekali ia mengirim Sudin untuk ikut Iomba yang akan
diselenggarakan di kota. Tetapi, dari mana dananya?
Pak
Welly, Kepala Sekolah Dasar Cemara di pelosok Kabupaten Grobogan, Jawa
Tengah. Beliau lahir di Labuha, Maluku Utara. Setelah lulus pendidikan
guru ia pergi merantau ke tanah Jawa untuk mempraktikkan ilmunya. Di
sekolah ini, muridnya juga berasal dari berbagai daerah.
Pak
Welly senang melihat interaksi antara murid-muridnya. Mereka belajar
dan bermain bersama, tanpa mempersoalkan asal-usul. Semua unik,
baikkarakter maupun kecerdasannya.
Salah satu
murid Pak Welly bernama Sudin. Sudin adalah penduduk asli di desa itu.
Ia suka membaca, percaya diri, dan komunikatif. Pak Welly ingin Sudin
memperoleh pengalaman berharga melalui Iomba pidato.
Sambil
berpikir cara memperoleh dana, Pak Welly mendaftarkan Sudin sebagai
peserta Iomba. la sendiri yang turun tangan melatih Sudin tiap usai
sekolah. Semakin mendekati hari perIombaan, Pak Welly risau. “Andai saja
gajiku cukup untuk mendanai Sudin ke kota”, pikirnya.
Hingga
suatu sore, terlintas ide di benaknya. Dipandangnya kebun pisang di
belakang sekolah. Hampir semua tanaman pisang sudah berbuah dan siap
panen. Esok paginya Pak Welly membicarakan idenya dengan para guru.
Mereka bermusyawarah mewujudkan ide Pak Welly. Setelah dicapai
kesepakatan, Pak Welly mengerahkan guru, penjaga sekolah, serta murid
kelas 5 dan 6. Mereka bergotong royong memanen pisang. Kemudian, di hari
Senin pagi, Pak Welly mengundang pejabat setempat untuk hadir pada
upacara bendera. Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, Kepala Dinas
Pendidikan, serta Ketua RW dan Ketua RT dimintanya datang. Apa yang
direncanakan Pak Welly?
Rupanya Pak Welly ingin
menyelenggarakan lelang pisang di sekolah. Murid kelas 5 dan 6 sudah
dilatihnya untuk menjadi petugas lelang. Siapa calon pembelinya?
Pembelinya adalah para bapak dan ibu pejabat daerah yang hari itu
diundang datang ke sekolah.
Sebelum lelang
dimulai, Pak Welly menyampaikan bahwa uang yang diperoleh dari hasil
lelang pada hari itu akan digunakan untuk mengirim Sudin mengikuti lomba
pidato di kota. Para pejabat yang hadir merasa kagum dan terharu
menyaksikan usaha Pak Welly, sang kepala sekolah dari timur negeri.
Tekad dan usahanya mendukung kemajuan muridnya sungguh menyentuh hati.
Dalam sekejap pisang-pisang habis dilelang. Dana yang terkumpul lebih
dari cukup untuk memberangkatkan Sudin. Semua orang bersatu padu
membantu Pak Welly mewujudkan harapannya.
Didampingi
Pak Seto, guru kelasnya, Sudin pun berangkat ke kota. Tak terkira
bangga dan syukurnya Sudin. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dia
berusaha tampil sebaik-baiknya. Saat pengumuman hasil lomba, ternyata
Sudin berhasil mempersembahkan piala juara pertama Iomba pidato untuk
sekolahnya. Tak sia-sia usaha Pak Welly dan teman-teman sekolah Sudin.
Terbukti
benar tekad Pak Welly. Kita tak perlu ragu untuk maju. Selalu ada jalan
ketika kita menggalang persatuan untuk mewujudkan mimpi dan harapan.
Kamu sudah mengetahui nilai-nilai kepemimpinan kepala sekolah Sudin
yang telah mengamalkan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekitar
sekolah. Tulislah perilakumu yang merupakan wujud dari nilai-nilai
tersebut dan telah kamu praktikkan di lingkungan rumahmu.
Beberapa
perilaku yang telah saya praktikan diantaranya adalah bergotong royong
membersihkan lingkungan rumah, mengunjungi sahabat yang sakit, dan
menawarkan pinjaman kepada tetangga yang terkena musibah.
Ayo Membaca
Berikut
adalah nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila, yaitu
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan”.
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Keputusan
yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada
Tuhan yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan
persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama
Posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang sosial budaya dalam lingkup ASEAN
Masyarakat
ASEAN tergabung dalam komunitas sosial budaya. Sebagai komunitas ini,
masyarakat ASEAN mengatasi tantangan di bidang kependudukan, kemiskinan,
ketenagakerjaan, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam lingkup ASEAN,
Indonesia ikut berperan aktif dalam bidang sosial budaya.
a. Kerja sama di bidang sosial
Menyepakati
pembentukan ASEAN Ministerial Meting on Women (AMMW). Tujuannya untuk
meningkatkan kerja sama pemajuan dan perlindungan hak perempuan.
Menjalin
kerja sama kepemudaan dengan mengadakan temu karya pemuda ASEAN. Kerja
sama ini menitikberatkan pada unsur youth leadership, entrepreneurship,
dan employability.
Menjalin kerja sama di bidang kepegawaian dan
administrasi. Kerja sama ini sebagai upaya memperbaiki efisiensi dan
efektivitas manajemen public.
Menjalin kerja sama
penanggulangan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN) di tingkat regional ASEAN. Kerja sama ini diarahkan untuk
mewujudkan kawasan ASEAN bebas narkoba.
Menjalin kerja sama di
bidang pembangunan sosial. Kerja sama ini menekankan pada kesejahteraan
golongan berpenghasilan rendah dan penduduk pedesaan melalui perluasan
kesempatan kerja produktif dengan pembayaran wajar.
Menyalurkan bantuan kepada masyarakat ASEAN, terutama kaum pemuda dan perempuan, atas peran aktifnya dalam pembangunan.
Melakukan intensifikasi dan perluasan kerja sama dalam menangani masalah perkembangan penduduk di ASEAN.
b. Kerja sama di bidang sosial budaya
Menjalin
kerja sama sektor kebudayaan dan penerangan. Kerja sama ini untuk
meningkatkan saling pengertian dan kesetiakawanan antarmasyarakat ASEAN.
Contohnya, festival lagu ASEAN dan siaran program televise secara
bersama.
Melakukan pertukaran utusan kelompok seni budaya.
Contohnya, kelompok Jaipongan Indonesia mengajarkan tarian tradisional
Indonesia kepada mahasiswi sekolah tinggi seni tari Vietnam.
Menyampaikan
gagasan mengenai pentingnya penegakan hak asasi manusia (HAM). Sebagai
negara multikultural, Indonesia mengajak negara ASEAN memperhatikan HAM.
Negara ASEAN juga diingatkan untuk menaati norma terkait HAM sesuai
peraturan negaranya.
Membentuk ASEAN Ministerial Meeting on Sport (AMMS). Komite ini bertugas menangani masalah olahraga.
Ikut
berpartisipasi dalam ajang olahraga di kawasan Asia Tenggara. Southeast
Asian Games (SEA Games) merupakan pesta olahraga negara-negara anggota
ASEAN. Dalam ajang ini, Indonesia beberapa kali menjadi tuan rumah.
Mengenalkan ASEAN dan negara anggota melalui sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
Menyalurkan
bantuan kepada cendekiawan, penulis, artis, dan wakil media massa ASEAN
agar berperan lebih aktif dalam memupuk kepribadian dan persahabatan
regional.
Menyebarluaskan pengkajian masalah Asia Tenggara melalui kerja sama antarlembaga nasional.
Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi pada Masa Pubertas
Pada
masa pubertas, terjadi perubahan pada remaja pria dan remaja putri.
Pada masa ini, produksi hormon meningkat. Peningkatan produksi hormon
ini menyebabkan aktifnya kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Aktifnya
kedua kelenjar ini dapat mengakibatkan jerawat dan tubuh berbau kurang
sedap.
Kebersihan
dan kesehatan tubuh harus selalu dijaga, termasuk kebersihan dan
kesehatan alat reproduksi. Berikut cara-cara menjaga kebersihan dan
kesehatan alat reproduksi.
Biasakan mengenakan pakaian
dalam dari katun. Katun bersifat menyerap keringat sehingga kita
terhindar dari kelembapan. Kelembaban pada lipatan kulit dapat
menyebabkan tumbuhnya jamur kulit. Gantilah pakaian dalam setiap kali
habis mandi atau setiap saat kamu merasa lembap pada pakaian dalammu.
Bilaslah setiap kali habis buang air kecil. Gunakan air bersih. Setelah dibasuh, keringkan dengan handuk atau tisu.
Bagi
remaja putri yang sedang menstruasi, gunakan pembalut yang lembut.
Gantilah pembalut setiap kali pembalut yang kamu pakai terasa lembap.
Gantilah minimal empat kali sehari.
Untuk lebih jelasnya, silakan anak-anak tonton video berikut !
Setelah kalian menyimak penjelasan pada video diatas
SOAL : buatlah contoh pidato bertema "mencintai budaya INDONESIA"
Demikian kegiatan pembelajaran hari ini, semoga ilmu yang anak-anak peroleh hari ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan baru.
Biasakan ......
sholat lima waktu tepat pada waktunya
murojaah / tadarrus ba'da maghrib dan shubuh
Patuhi nasehat Ayah Bunda/Mama Papa
Anak sholih sholihah
Mari akhiri pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah
Muatan Pembelajaran : PKN (3.1), B. Indonesia ( 3.3), SBdP ( 3.3), MATEMATIKA
Tujuan Pembelajaran :
Setelah belajar, peserta didik diharapkan mampu memahami makna
dan nilai sila ketiga Pancasila, serta menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Menyampaikan pesan yang terkandung dalam teks pidato,
memahami tari kreasi berpasangan, dan menjaga kebersihan diri saat
pubertas
Apa
kabar anak-anak bu guru di rumah ? semoga anak sholih sholihah semua
selalu dalam keadaan sehat wal’afiyah dan tetap dalam lindungan Allah
SWT ya, amiin ....
Anak
sholih sholihah, di masa pandemi covid seperti saat ini, kalian harus
tetap waspada, pakailah masker terutama saat berada di luar rumah,
rajinlah mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Makanlah
makanan bergizi dan istirahat yang cukup, supaya kesehatan kalian tetap
terjaga.
Anak sholih sholihah, mari awali kegiatan hari ini dengan membaca doa, dilanjutkan murojaah, dan sholat duha.
Sekarang,
mari kita bersiap-siap memulai pembelajaran hari ini. Mintalah bantuan
kepada bunda/mama untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan
pembelajaran ya! Jangan lupa ucapkan tolong bila minta bantuan, ucapkan
maaf apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan terima kasih setelah
mendapatkan bantuan.
Anak
sholih sholihah hari ini kita akan belajar tema 7 subtema 2
pembelajaran 1 dan 2. Adapun materi pembelajaran hari ini meliputi: PPKn dan Bahasa Indonesia