SD AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
(MPLS)
MATERI KEGIATAN MPLS — HARI KE-2
Selasa, 14 Juli 2026
• Kelas 2 dan 3
|
Tema Hari Ini: Mengenal Potensi Diri, Aturan, dan
Budaya Sekolah Dokumen ini berisi panduan pelaksanaan, naskah, dan bahan ajar
untuk setiap sesi kegiatan MPLS Hari ke-2 sesuai jadwal resmi sekolah. |
|
Waktu |
Kegiatan |
|
08.00 – 08.45 |
• Menyanyikan lagu Jingle MPLS Ramah • Storytelling "Si Hebat dan 7 Cahaya
Kebahagiaan" |
|
08.45 – 09.30 |
Memahami Potensi Diri: • Pengenalan Hobi • Mewarnai Hobi |
|
09.45 – 11.15 |
• Mengenal Tata Tertib • Mengenal Budaya 6S • Mengenal Sarana Prasarana • Games Kelompok |
Sesi
1 (08.00 – 09.30) — Jingle MPLS Ramah & Storytelling
A. Menyanyikan Jingle MPLS
Ramah
Kegiatan pembuka untuk mencairkan
suasana dan membangun semangat siswa baru maupun siswa lama.
Langkah Pelaksanaan:
1.
Guru
mengajak siswa berdiri membentuk lingkaran atau tetap di bangku dengan gerakan
tangan sederhana.
2.
Guru
mencontohkan lirik dan gerakan Jingle MPLS Ramah baris per baris, siswa
menirukan.
3.
Ulangi
2–3 kali hingga siswa hafal, lalu nyanyikan bersama sambil bertepuk tangan.
4.
Tutup
dengan yel-yel kelas: "Kelas 3 Abdullah bin Umar, Siap Belajar, Siap
Berakhlak Mulia!"
Catatan: Lirik resmi Jingle MPLS
Ramah mengikuti lirik yang sudah ditetapkan panitia MPLS sekolah. Jika Bu Ayu
memiliki teks liriknya, saya bisa sisipkan langsung ke dokumen ini.
B. Storytelling: "Si
Hebat dan 7 Cahaya Kebahagiaan"
Tujuan: menanamkan nilai-nilai akhlak
mulia kepada siswa melalui cerita yang menyenangkan, dikaitkan dengan semangat
mengawali tahun ajaran baru.
Naskah Cerita untuk Dibacakan Guru:
|
Di sebuah desa yang asri, hiduplah
seorang anak bernama Hebat. Ia bernama Hebat bukan karena kuat atau pintar,
tapi karena neneknya berpesan, "Hebat itu bukan soal siapa yang paling
jago, tapi siapa yang paling banyak menyalakan cahaya kebaikan di hatinya." Suatu hari, di hari pertama sekolah,
Hebat merasa gugup. Ia bertemu seekor burung hud-hud bijak yang hinggap di
jendela kelas. Burung itu berkata, "Wahai Hebat, aku akan menunjukkan 7
Cahaya Kebahagiaan yang akan membuatmu menjadi anak hebat sesungguhnya di
sekolah barumu." Cahaya ke-1: JUJUR — Hebat
belajar untuk selalu berkata benar, meski itu sulit. Nabi Muhammad ﷺ bersabda
bahwa kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Cahaya ke-2: DISIPLIN — Hebat
datang tepat waktu dan merapikan alat tulisnya sendiri. Cahaya ke-3: SOPAN SANTUN —
Hebat mengucap salam dan mencium tangan guru serta orang tuanya setiap hari. Cahaya ke-4: TOLONG-MENOLONG —
Hebat membantu temannya yang pensilnya jatuh, karena sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Cahaya ke-5: BERSYUKUR — Hebat
mengucap Alhamdulillah atas teman baru dan sekolah yang indah. Cahaya ke-6: SABAR — Ketika
antre cuci tangan, Hebat menunggu giliran tanpa mendorong temannya. Cahaya ke-7: SEMANGAT BELAJAR —
Hebat selalu bertanya jika belum paham, karena menuntut ilmu adalah kewajiban
setiap muslim. Setelah mendengar ketujuh cahaya itu, Hebat tersenyum. Ia pun
berjanji akan menyalakan ketujuh cahaya itu setiap hari di sekolah barunya,
agar ia menjadi Hebat sesungguhnya — hebat hatinya, hebat akhlaknya. Dan
sejak hari itu, teman-teman baru pun ikut menyalakan cahaya kebahagiaan
mereka masing-masing. |
Panduan Setelah Bercerita:
•
Ajak
siswa menyebutkan kembali ketujuh cahaya kebahagiaan secara bergantian.
•
Tanyakan:
"Cahaya mana yang paling ingin kamu nyalakan hari ini?"
•
Tempelkan
tulisan 7 Cahaya Kebahagiaan di papan tulis/kelas sebagai pengingat sepanjang
minggu MPLS.
Catatan: Cerita di atas disusun
sebagai naskah orisinal untuk kebutuhan MPLS. Jika sekolah sudah memiliki versi
resmi cerita "Si Hebat dan 7 Cahaya Kebahagiaan" dari panitia pusat,
gunakan versi tersebut sebagai acuan utama.
Sesi
2 (08.45 – 09.30) — Memahami Potensi Diri
A. Pengenalan Hobi
Tujuan: siswa mampu mengenali dan
menyebutkan hobi/minatnya, serta belajar menghargai perbedaan minat teman.
Langkah Pelaksanaan:
5.
Guru
bertanya, "Siapa di sini yang suka menggambar? Suka bernyanyi? Suka
bermain bola?" sambil mengangkat tangan.
6.
Siswa
secara bergiliran maju ke depan menyebutkan nama dan hobinya dalam satu
kalimat, misalnya: "Nama saya Fatimah, hobi saya membaca buku
cerita."
7.
Guru
dapat mengelompokkan siswa dengan hobi serupa untuk saling berkenalan lebih
dekat.
8.
Tutup
dengan pesan: "Semua hobi itu istimewa, karena Allah menciptakan setiap
anak dengan bakatnya masing-masing."
Pertanyaan Pemantik:
•
Apa
kegiatan yang paling kamu suka lakukan saat di rumah?
•
Kalau
punya waktu luang, kamu paling senang melakukan apa?
•
Apakah
hobimu bisa membantu orang lain? Bagaimana caranya?
B. Mewarnai Hobi
Tujuan: menyalurkan kreativitas siswa
sekaligus memperkuat pengenalan diri melalui media visual.
Alat dan Bahan:
•
Lembar
gambar bertema hobi (anak menggambar/membaca/berolahraga/bermain musik, dsb.)
•
Krayon
atau pensil warna
Langkah Pelaksanaan:
9.
Bagikan
lembar mewarnai bergambar aneka hobi kepada setiap siswa.
10.Siswa memilih dan mewarnai gambar yang paling sesuai dengan
hobinya sendiri.
11.Siswa menuliskan namanya di bawah gambar (dibantu guru bila
perlu).
12.Hasil mewarnai dapat dipajang di dinding kelas sebagai galeri
perkenalan "Kenali Aku dan Hobiku".
Waktu mewarnai disarankan 20–25
menit, dilanjutkan 10 menit untuk menunjukkan hasil karya secara singkat kepada
teman sebangku.
Sesi
3 (09.45 – 11.15) — Aturan dan Budaya Sekolah
A. Mengenal Tata Tertib
Sekolah
Tujuan: siswa memahami aturan dasar
sekolah agar terbiasa disiplin sejak awal tahun ajaran.
Poin-Poin Tata Tertib yang
Disampaikan:
•
Hadir
di sekolah tepat waktu, sebelum bel masuk berbunyi.
•
Mengenakan
seragam sesuai jadwal dan rapi.
•
Membawa
perlengkapan belajar sesuai jadwal pelajaran.
•
Meminta
izin kepada guru saat hendak keluar kelas.
•
Menjaga
kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.
•
Bersikap
sopan kepada guru, staf sekolah, dan teman.
•
Mengikuti
kegiatan ibadah (shalat dhuha/dzuhur berjamaah) sesuai jadwal sekolah.
Cara Penyampaian: gunakan
gambar/poster tata tertib bergambar, lalu ajak siswa membuat kesepakatan kelas
bersama ("Janji Kelas 3 Abdullah bin Umar") yang ditandatangani
dengan cap jempol atau tanda tangan sederhana.
B. Mengenal Budaya 6S
Budaya 6S adalah kebiasaan baik yang
diterapkan di lingkungan sekolah setiap hari:
•
Senyum
— selalu ramah dan menunjukkan wajah ceria kepada siapa pun.
•
Salam —
mengucapkan salam saat bertemu guru, teman, dan tamu sekolah.
•
Sapa —
menyapa dengan sopan saat berpapasan.
•
Sopan —
bersikap santun dalam ucapan dan perilaku.
•
Santun
— menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
•
Semangat
— menunjukkan antusias dan giat dalam belajar maupun beraktivitas.
Kegiatan: praktikkan langsung 6S
dengan simulasi "Bertemu di Lorong Sekolah" — dua siswa maju ke depan
kelas dan mempraktikkan senyum, salam, sapa saat berpapasan, lalu siswa lain
menirukan berpasangan.
C. Mengenal Sarana dan
Prasarana Sekolah
Tujuan: siswa mengenal lokasi dan
fungsi fasilitas sekolah agar tidak bingung dan dapat memanfaatkannya dengan
baik.
Fasilitas yang Dikenalkan:
•
Ruang
kelas dan ruang guru
•
Perpustakaan
•
Masjid/mushola
sekolah
•
UKS
(Unit Kesehatan Sekolah)
•
Kantin
sekolah
•
Toilet
siswa
•
Lapangan/area
bermain
•
Pos
satpam dan area penjemputan
Kegiatan: bila memungkinkan, lakukan
tur keliling sekolah (walking tour) selama 15–20 menit dengan guru pendamping
menjelaskan fungsi setiap area secara singkat sambil berbaris rapi.
D. Games Kelompok
Tujuan: membangun kekompakan, kerja
sama, dan keceriaan antarsiswa di akhir sesi.
1. Games "Estafet Nama dan
Hobi"
•
Alat:
tidak ada, cukup formasi lingkaran/barisan.
•
Cara
main: siswa pertama menyebut nama dan hobinya, siswa kedua mengulang nama-hobi
siswa pertama lalu menambahkan miliknya sendiri, dan seterusnya secara
berantai.
•
Nilai
yang ditanamkan: konsentrasi, mendengarkan, dan mengenal teman baru.
2. Games "Estafet Bola
Kekompakan"
•
Alat: 1
bola plastik/kertas per kelompok.
•
Cara
main: siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4–5 orang), bola dipindahkan dari
siswa pertama ke terakhir melalui atas kepala secara bergantian tanpa
menjatuhkannya; kelompok tercepat dan paling rapi menjadi pemenang.
•
Nilai
yang ditanamkan: kerja sama tim dan semangat sportivitas.
3. Games "Tebak Ekspresi
6S"
•
Alat:
tidak ada.
•
Cara
main: satu siswa maju memperagakan salah satu perilaku 6S (misalnya menyapa
dengan santun), siswa lain menebak perilaku mana yang diperagakan.
•
Nilai
yang ditanamkan: pengulangan pemahaman budaya 6S dengan cara menyenangkan.
Penutup Sesi: akhiri seluruh
rangkaian Hari ke-2 dengan doa bersama dan pesan singkat guru, "Hari ini
kalian sudah belajar mengenal diri sendiri dan aturan sekolah — besok kita
lanjutkan petualangan MPLS dengan semangat baru!"
.jpeg)