Melalui dokumenter, peserta didik dapat: (a) mengidentifikasi teladan perumus pancasila; (b) Meneladani nilai teladan dari perumus pancasila.
2. MATEMATIKA
Menggunakan data mentah, peserta didik dapat: (a) mengurutkan informasi berdasarkan karakteristik tertentu; (b) menuliskan turus/tally data tabel dengan tepat; (c) menyajikan data sederhana berdasarkan data tabel.
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! 🌟 Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! 😊
🕌 Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaahterlebih dahulu sebelum belajar!
💭 Masih ingatkah kamu tentang materi sebelumnya? Yaps betul pada pertemuan terakhir materi Pendidikan Pancasila kita belajar tentang makna sila keempat dan kelima Pancasila dan contoh penerapannya pada kehidupan sehari-hari. Pada mata pelajaran matematika kita juga sudah belajar tentang penyajian data tabel. Hari ini kita akan mendalami kedua materi tersebut ya.
🦅 PENDIDIKAN PANCASILA · KELAS 3 SD
🏛️ Teladan Perumus Pancasila
Pendidikan Pancasila · Kurikulum Merdeka · Kelas 3
👨🏫 Yogi Era Reforma, S.Pd.📅 2024/2025🏫 Kelas 3
🇮🇩
Setiap tanggal 1 Juni kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Tahukah kamu, Pancasila tidak muncul begitu saja — ada perjuangan dan musyawarah panjang di baliknya! Para pahlawan kita bersidang dengan penuh semangat untuk menyusun dasar negara yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada pembelajaran ini kita akan mengenal sejarah singkat perumusan Pancasila, dua tokoh utamanya, serta nilai-nilai musyawarah dan persatuan yang mereka teladankan. Mari kita pelajari bersama! 🌟
📜 Sejarah Singkat Perumusan Pancasila
🏛️⚔️✍️🤝🦅
Pancasila lahir dari perjuangan dan musyawarah para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI dan PPKI
🌏 Latar Belakang
Pada tahun 1945, bangsa Indonesia sedang berjuang untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Para pemimpin bangsa menyadari bahwa Indonesia membutuhkan sebuah dasar negara yang kuat — sebuah pondasi yang akan menjadi panduan bagi kehidupan bernegara.
Dasar negara ini haruslah mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Maka dibentuklah sebuah badan khusus untuk merumuskannya.
📅 Perjalanan Perumusan Pancasila
1
1 Maret 1945Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang beranggotakan 62 orang tokoh Indonesia. Tugasnya adalah menyelidiki dan menyusun rancangan dasar negara.
2
29 Mei — 1 Juni 1945BPUPKI mengadakan Sidang Pertama. Para anggota bermusyawarah untuk membahas dasar negara. Tiga tokoh utama menyampaikan gagasan: Moh. Yamin (29 Mei), Soepomo (31 Mei), dan Ir. Soekarno (1 Juni 1945).
3
1 Juni 1945 — Hari Lahir PancasilaIr. Soekarno menyampaikan pidato bersejarah dan mengusulkan nama "Pancasila" untuk lima dasar negara. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.
4
22 Juni 1945 — Piagam JakartaPanitia Sembilan yang dipimpin Ir. Soekarno dan Moh. Hatta berhasil menyusun Piagam Jakarta yang memuat rumusan awal dasar negara.
5
18 Agustus 1945 — Pancasila Resmi DisahkanSehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengadakan sidang. Atas usulan Moh. Hatta dan hasil musyawarah bersama, Pancasila disahkan sebagai dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945.
🔑 Ingat! Pancasila dirumuskan bukan oleh satu orang saja, tetapi melalui musyawarah bersama banyak tokoh bangsa yang saling menghormati dan mendengarkan pendapat satu sama lain.
👤 Tokoh Perumus Pancasila
👨💼
TOKOH PERTAMA · PROKLAMATOR INDONESIA
Ir. Soekarno
"Pencetus Nama Pancasila"
Ir. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur.
Beliau adalah salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Indonesia dan menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia. Nama lengkap beliau adalah Ir. Soekarno dengan gelar Insinyur yang diperoleh dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB).
📅 Lahir6 Juni 1901, Blitar, Jawa Timur
⭐ PeranPencetus nama "Pancasila", Ketua Panitia Sembilan, Proklamator kemerdekaan Indonesia
🗣️ Pidato Bersejarah1 Juni 1945 — mengusulkan lima dasar negara dalam Sidang BPUPKI yang kemudian diberi nama Pancasila
🌟 TeladanKeberanian berpendapat, kecintaan terhadap persatuan bangsa, semangat untuk merdeka
Dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan lima prinsip dasar negara yang ia namakan Pancasila — berasal dari bahasa Sanskerta, "panca" berarti lima dan "sila" berarti prinsip atau dasar. Beliau berpesan agar dasar negara ini benar-benar mencerminkan keberagaman Indonesia dan dapat mempersatukan seluruh rakyat.
💡 Teladan Soekarno: Meskipun Soekarno yang mengusulkan nama Pancasila, beliau tidak memaksakan rumusannya. Beliau tetap terbuka dan menerima masukan dari peserta sidang lainnya — ini adalah teladan musyawarah yang sesungguhnya!
🧑💼
TOKOH KEDUA · BAPAK KOPERASI INDONESIA
Drs. Moh. Hatta
"Pemersatu Perbedaan dalam Musyawarah"
Drs. Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Beliau adalah Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dan menjadi sahabat seperjuangan Ir. Soekarno. Beliau dikenal sebagai pemikir yang tenang, cerdas, dan sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran.
📅 Lahir12 Agustus 1902, Bukittinggi, Sumatera Barat
⭐ PeranAnggota Panitia Sembilan, Proklamator kemerdekaan Indonesia, penggagas perubahan sila pertama demi persatuan
🤝 Jasa Besar18 Agustus 1945 — mengusulkan perubahan rumusan sila pertama agar semua golongan dapat bersatu dalam satu dasar negara
🌟 TeladanKerendahan hati, semangat persatuan, berani berpendapat demi kebaikan bersama
Jasa terbesar Moh. Hatta dalam perumusan Pancasila terjadi pada 18 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi, ada tokoh dari wilayah timur Indonesia yang keberatan dengan rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta. Moh. Hatta segera mengumpulkan tokoh-tokoh Islam untuk bermusyawarah dan mengusulkan perubahan rumusan agar seluruh rakyat Indonesia dapat bersatu dalam satu dasar negara.
💡 Teladan Hatta: Moh. Hatta rela melepaskan bagian dari rumusan yang ia sukai demi persatuan yang lebih besar. Beliau mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok — inilah teladan nilai Pancasila yang sesungguhnya!
🤝 Nilai Musyawarah dan Persatuan dalam Perumusan Pancasila
🗣️👂🤲🕊️🌈
Perumusan Pancasila adalah contoh nyata musyawarah mufakat yang mengutamakan persatuan bangsa!
🗣️
Berani Berpendapat
Setiap tokoh berani menyampaikan gagasannya di depan sidang dengan penuh keyakinan
👂
Mendengarkan
Semua peserta sidang mendengarkan pendapat orang lain dengan sabar dan hormat
🤝
Mufakat Bersama
Keputusan tidak dipaksakan satu pihak, tetapi disetujui bersama oleh seluruh peserta
🕊️
Mengutamakan Persatuan
Perbedaan pendapat diselesaikan dengan rela berkorban demi persatuan yang lebih besar
🌈
Menghargai Keberagaman
Rumusan Pancasila dibuat agar dapat diterima semua suku, agama, dan golongan
📋 Bagaimana Musyawarah Berlangsung dalam Sidang BPUPKI?
1Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk menyampaikan pendapatnya secara bergantian dan tertib.
2Setiap usulan didengarkan dengan hormat — tidak ada yang mengejek atau memotong pembicaraan orang lain.
3Semua gagasan ditulis dan dibandingkan. Bagian yang baik dari setiap usulan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam rumusan.
4Ketika ada perbedaan yang sulit disepakati, para tokoh rela bermusyawarah lebih lanjut dan bersedia mengalah demi kepentingan yang lebih besar, yaitu persatuan bangsa.
5Hasil akhirnya adalah rumusan Pancasila yang disepakati bersama — bukan keputusan satu orang, tetapi buah dari musyawarah seluruh tokoh bangsa.
🌟 Pesan untuk Kita: Kita bisa menerapkan nilai musyawarah ini dalam kehidupan sehari-hari — misalnya saat memilih ketua kelas, menentukan kegiatan kelompok, atau memutuskan permainan bersama teman. Utamakan mufakat, bukan memaksakan kehendak sendiri!
📝 Latihan Soal Pilihan Ganda
Pilih jawaban yang paling tepat! Soal dari mudah ke sukar 😊
1Kapan Ir. Soekarno pertama kali mengusulkan nama "Pancasila" dalam sidang BPUPKI?Mudah
A.17 Agustus 1945
B.1 Juni 1945
C.22 Juni 1945
D.18 Agustus 1945
2Siapa yang menjadi Wakil Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus tokoh perumus Pancasila?Mudah
A.Moh. Yamin
B.Soepomo
C.Drs. Moh. Hatta
D.Jenderal Sudirman
3Apa kepanjangan dari BPUPKI?Mudah
A.Badan Pejuang Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
B.Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
C.Badan Pelaksana Urusan Persiapan Kemerdekaan Indonesia
D.Badan Pemuda Usaha Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
4Kata "Pancasila" berasal dari bahasa Sanskerta. Apa arti kata "panca"?Mudah
A.Tiga
B.Tujuh
C.Sepuluh
D.Lima
5Di kota mana Moh. Hatta lahir?Mudah
A.Bukittinggi, Sumatera Barat
B.Yogyakarta
C.Blitar, Jawa Timur
D.Jakarta
6Pada tanggal 18 Agustus 1945, Moh. Hatta mengusulkan perubahan rumusan sila pertama Pancasila. Apa tujuan utama dari usulan tersebut?Sedang
A.Agar Pancasila terlihat lebih sederhana dan mudah dihafal
B.Agar seluruh rakyat Indonesia dari berbagai golongan dapat bersatu dalam satu dasar negara
C.Agar Indonesia bisa segera mendapatkan pengakuan dari negara lain
D.Agar sidang PPKI bisa segera selesai lebih cepat
7Nilai musyawarah yang diterapkan dalam perumusan Pancasila mengajarkan kita bahwa keputusan yang baik adalah keputusan yang ...Sedang
A.Berasal dari orang yang paling pintar dalam kelompok
B.Dipaksakan oleh pemimpin agar cepat selesai
C.Diambil melalui musyawarah dan disepakati bersama oleh semua pihak
D.Hanya mengikuti pendapat mayoritas tanpa mempertimbangkan yang lain
8Dokumen penting yang memuat rumusan awal dasar negara dan disusun oleh Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 disebut ...Sedang
A.Proklamasi Kemerdekaan
B.Undang-Undang Dasar 1945
C.Piagam Jakarta
D.Dekrit Presiden
9Tindakan Moh. Hatta yang rela mengusulkan perubahan sila pertama demi persatuan bangsa mencerminkan nilai ...Sukar
A.Mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok sendiri
B.Keberanian menentang keputusan pemimpin
C.Rela berkorban dan mengutamakan persatuan di atas kepentingan golongan
D.Ketidaksetujuan terhadap rumusan awal Pancasila
10Pelajaran paling penting yang dapat kita ambil dari proses perumusan Pancasila oleh para tokoh bangsa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ...Sukar
A.Kita harus selalu memenangkan pendapat kita agar tidak dianggap lemah
B.Perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan musyawarah, saling menghormati, dan rela berkorban demi kepentingan bersama
C.Keputusan yang benar adalah yang diusulkan oleh tokoh yang paling terkenal
D.Kita tidak perlu mendengarkan pendapat orang lain jika kita sudah yakin dengan pendapat kita sendiri
🔑 Kunci Jawaban Pilihan Ganda
Soal 1 · Mudah
B
1 Juni 1945
Soal 2 · Mudah
C
Moh. Hatta
Soal 3 · Mudah
B
Penyelidik Usaha-usaha
Soal 4 · Mudah
D
Lima
Soal 5 · Mudah
A
Bukittinggi
Soal 6 · Sedang
B
Persatuan semua golongan
Soal 7 · Sedang
C
Musyawarah mufakat
Soal 8 · Sedang
C
Piagam Jakarta
Soal 9 · Sukar
C
Rela berkorban demi persatuan
Soal 10 · Sukar
B
Musyawarah & rela berkorban
📝 Kesimpulan
Pancasila tidak lahir begitu saja — ia dirumuskan melalui perjuangan dan musyawarah panjang dalam sidang BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945 oleh para tokoh bangsa yang penuh semangat dan pengorbanan.
Ir. Soekarno adalah tokoh yang mencetuskan nama "Pancasila" pada 1 Juni 1945 dan memimpin Panitia Sembilan. Beliau mengajarkan kita untuk berani berpendapat namun tetap terbuka terhadap masukan orang lain.
Moh. Hatta adalah tokoh yang pada 18 Agustus 1945 mengusulkan perubahan rumusan sila pertama demi persatuan bangsa. Beliau mengajarkan kita untuk rela berkorban dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
Perumusan Pancasila menerapkan asas musyawarah mufakat — setiap peserta sidang diberi kesempatan berpendapat, saling mendengarkan, dan keputusan diambil secara bersama-sama.
Nilai persatuan adalah jiwa Pancasila — para perumusnya rela mengesampingkan perbedaan demi satu tujuan: Indonesia yang merdeka, bersatu, dan bermartabat.
Kita bisa menerapkan teladan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari: bermusyawarah saat mengambil keputusan bersama, menghormati pendapat orang lain, dan mengutamakan persatuan di atas perbedaan. 🇮🇩🌟
📊 MATEMATIKA · KELAS 3 SD
📋 Membuat Data pada Tabel dari Data Mentah
Matematika · Kurikulum Merdeka · Kelas 3
👨🏫 Yogi Era Reforma, S.Pd.📅 2024/2025🏫 Kelas 3
📌
Setiap hari kita sering melihat atau mengumpulkan banyak data — misalnya hasil survei, absen kelas, atau jumlah nilai. Data yang masih acak disebut data mentah. Agar mudah dibaca, data mentah harus diubah menjadi tabel yang rapi!
Pada pembelajaran ini kamu akan belajar cara membuat turus (tally) dan menyajikan data ke dalam tabel frekuensi. Ikuti langkah-langkahnya dengan teliti ya! 💪
📖 Apa Itu Data Mentah dan Turus?
📝🔢📊📋✅
Data mentah → dikelompokkan dengan turus → disajikan dalam tabel frekuensi!
🗂️ Data Mentah
Data mentah adalah data yang baru saja dikumpulkan dan masih dalam keadaan acak, belum diurutkan atau dikelompokkan. Contohnya adalah hasil jawaban teman-teman saat ditanya tentang kesukaan mereka.
Data mentah sulit langsung dibaca karena masih berantakan. Oleh karena itu, kita perlu merapikannya menggunakan turus (tally).
✏️ Turus (Tally) — Cara Menghitung Data
Turus adalah simbol garis yang digunakan untuk menghitung banyaknya data. Setiap data diwakili satu garis tegak ( | ). Setelah 4 garis, data ke-5 digambarkan sebagai garis miring yang memotong keempat garis sebelumnya, membentuk ( 𝄁 ) yang melambangkan 5 data.
Jumlah Data
Simbol Turus
Cara Membaca
1
|
Satu
2
||
Dua
3
|||
Tiga
4
||||
Empat
5
𝄁
Lima (satu kelompok penuh)
6
𝄁 |
Lima + satu
8
𝄁 |||
Lima + tiga
10
𝄁 𝄁
Dua kelompok = sepuluh
12
𝄁 𝄁 ||
Sepuluh + dua
🔍 Contoh: Dari Data Mentah ke Tabel
📋 Studi Kasus: Buah Kesukaan Siswa Kelas 3A
Bu Guru bertanya kepada 25 siswa tentang buah kesukaan mereka. Berikut jawaban mereka secara acak:
📝 Tugasmu: Hitung turus setiap binatang, lalu lengkapi tabel di bawah ini!
No.
Binatang
Turus (Tally)
Jumlah
1
🐱 Kucing
2
🐟 Ikan
3
🐰 Kelinci
4
🐹 Hamster
JUMLAH TOTAL SISWA
—
🔑 Kunci Jawaban Lengkap
📋 Soal 1 — Gim Online Kesukaan (30 siswa)
No.
Gim
Turus
Jumlah
1
🟪 Minecraft
𝄁 ||||
9
2
🔵 Roblox
𝄁 ||
7
3
🔴 PUBG
𝄁 |
6
4
🟢 Mobile Legends
𝄁 |||
8
TOTAL
—
30
📋 Soal 2 — Makanan Kesukaan (28 siswa)
No.
Makanan
Turus
Jumlah
1
🍡 Bakso
𝄁 |||
8
2
🍳 Nasi Goreng
𝄁 ||
7
3
🍕 Pizza
𝄁 |
6
4
🍜 Mie Ayam
𝄁 ||
7
TOTAL
—
28
📋 Soal 3 — Olahraga Kesukaan (32 siswa)
No.
Olahraga
Turus
Jumlah
1
🏊 Renang
𝄁 ||
7
2
⚽ Sepak Bola
𝄁 𝄁 |
11
3
🏸 Bulu Tangkis
𝄁 ||
7
4
🏀 Basket
𝄁 ||
7
TOTAL
—
32
📋 Soal 4 — Warna Favorit (26 siswa)
No.
Warna
Turus
Jumlah
1
🔵 Biru
𝄁 𝄁
10
2
🔴 Merah
𝄁 ||
7
3
🟢 Hijau
𝄁 |
6
4
🟡 Kuning
||||
4
TOTAL
—
26 (catatan: data chip = 26 ✔)
📋 Soal 5 — Binatang Peliharaan Favorit (29 siswa)
No.
Binatang
Turus
Jumlah
1
🐱 Kucing
𝄁 𝄁 ||
12
2
🐟 Ikan
𝄁 ||
7
3
🐰 Kelinci
𝄁 |
6
4
🐹 Hamster
||||
4
TOTAL
—
29
📝 Kesimpulan
Data mentah adalah data yang masih acak dan belum dikelompokkan — perlu diolah agar mudah dibaca dan dipahami.
Turus (tally) adalah cara mencatat data menggunakan garis tegak ( | ) dan satu garis silang ( 𝄁 ) setiap 5 data. Ini memudahkan kita menghitung data tanpa terlewat.
Langkah membuat tabel: baca data mentah → buat turus satu per satu → hitung jumlah turus → tulis di tabel → jumlahkan semua untuk verifikasi.
Cara membuktikan tabel benar: jumlahkan semua angka di kolom Jumlah — hasilnya harus sama dengan jumlah data awal yang disurvei.
Tabel frekuensi membantu kita menjawab pertanyaan seperti: data mana yang paling banyak atau paling sedikit, serta membandingkan antar kelompok data dengan mudah.
Kemampuan menyajikan data sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari — dari laporan hasil belajar, absensi kelas, hingga survei sederhana di sekitar kita! 📊🌟
✅ SESI SELESAI
🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.
Dari 22 siswa yang hadir, terdapat ... siswa yang masih memerlukan bimbingan dalam memahami materi tentang penyajian data tabel.
Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
ALHAMDULILLAH , pembelajaran matematika pengumpulan data dan pancasila anak solih dan solihah sudah paham terkait pembelajaran hanya ada 2 siswa dari 22 yang kurang memahami pembelajaran , karena kurangnya pehamaman dan kurang konsentrasi saat belajar