Senin, 31 Agustus 2026

MATERI AJAR MATEMATIKA KELAS 3 SELASA 1 SEPTEMBER 2026


Pembelajaran Harian
Kelas 3 

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS

Nama Guru

Sri Rahayu, S.Pd.

Hari / Tanggal

Selasa, 1 September 2026 

Fase / Kelas

Fase B / Kelas III

Mata Pelajaran

MATEMATIKA 

Materi


PEMBAGIAN BILANGAN CACAH SAMPAI 100

#

Pertemuan Ke

11

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Matematika · Kelas 3÷

Ayo Berlatih Pembagian!

Bilangan Cacah sampai 100 dengan Porogapit ➗

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan berbagai strategi, termasuk pembagian bersusun (porogapit) tanpa sisa, sebagai kebalikan dari operasi perkalian, untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit tanpa sisa.
MateriPembagian Bilangan Cacah sampai 100
Alokasi Waktu3 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Problem Based Learning (siswa menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pembagian)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi teknik porogapit, latihan soal berjenjang, dan permainan berhitung
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran pembagian bilangan cacah dengan porogapit
• Kartu perkalian sebagai bantuan (tabel perkalian 1-10)
• Kelereng, kancing, atau stik es krim untuk peraga pembagian merata
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang pembagian dengan teknik porogapit Joyful
Mengerjakan 5 soal latihan perkalian (materi sebelumnya) untuk mengingat teknik memecah bilangan puluhan Mindful
Mengamati demonstrasi guru membagi kelereng secara merata untuk memahami konsep pembagian Meaningful
Berlatih menyelesaikan soal cerita pembagian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Meaningful
Bermain kuis cepat tepat pembagian menggunakan kartu perkalian berkelompok Joyful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengulang kembali konsep perkalian bilangan puluhan dengan satuan.
  2. Siswa menonton video dan mengamati contoh pembagian bilangan cacah sampai 100.
  3. Siswa memahami konsep pembagian sebagai kebalikan dari perkalian melalui alat peraga.
  4. Siswa berlatih menyelesaikan pembagian dengan teknik porogapit tanpa sisa.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya: Perkalian Bilangan Cacah (Puluhan dengan Satuan)

Ayo kerjakan soal latihan berikut ini!

1. 15 × 4 = ...
2. 12 × 5 = ...
3. 18 × 3 = ...
4. 27 × 3 = ...
5. 23 × 4 = ...

🔑 Kunci Jawaban

1. 60   2. 60   3. 54   4. 81   5. 92

🎬 Video Pembelajaran

📺 SD Kelas 3: Cara Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

Video ini menjelaskan cara menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit secara sederhana.

Atau tonton pada tautan berikut ya:
▶ Tonton di YouTube

📖 Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

1. Pembagian sebagai Kebalikan dari Perkalian

Pembagian adalah cara membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama besar. Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

Contoh cerita: Ibu memiliki 24 butir telur yang akan dimasukkan ke dalam 4 kotak sama banyak. Berapa butir telur di setiap kotak?
24 ÷ 4 = 6
Cara berpikir: karena 6 × 4 = 24, maka 24 ÷ 4 = 6.

2. Teknik Porogapit (Pembagian Bersusun)

Porogapit adalah cara membagi bilangan dengan menuliskannya secara bersusun agar lebih mudah dihitung langkah demi langkah.

Contoh cerita: Bu Guru membagikan 84 buah pensil kepada siswa secara merata ke dalam 4 kelompok. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?
21 ____ 4 | 84 8 --- 04 4 --- 0
Cara berpikir: 8 puluhan dibagi 4 = 2 (tulis di atas), sisa 0. Turunkan angka 4 satuan, 4 dibagi 4 = 1 (tulis di atas). Hasilnya 21 pensil untuk setiap kelompok.

3. Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembagian sering digunakan saat membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.

Contoh: Ayah membeli 96 buah jeruk untuk dibagikan kepada 8 tetangga secara merata. Berapa jeruk yang diterima setiap tetangga? (96 ÷ 8 = 12 jeruk)

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. 36 ÷ 6 = ...
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
Mudah
2. 45 ÷ 5 = ...
a. 8
b. 9
c. 10
d. 7
Sedang
3. 72 ÷ 4 = ...
a. 16
b. 17
c. 18
d. 19
Sedang
4. Sebuah kantong berisi 65 permen akan dibagikan sama rata kepada 5 anak. Setiap anak mendapat ... permen.
a. 12
b. 13
c. 14
d. 15
Sukar
5. Bu Sari membeli 96 buah apel untuk dibagikan sama rata kepada 6 tetangganya. Jumlah apel yang diterima setiap tetangga adalah ...
a. 14
b. 15
c. 16
d. 17

B. Isian Singkat

Mudah
6. 28 ÷ 4 = ____
Sedang
7. 63 ÷ 3 = ____
Sukar
8. Sebuah kandang berisi 84 ekor ayam yang akan dibagi rata ke dalam 4 kandang kecil. Berapa ekor ayam di setiap kandang kecil? ____

C. Esai

Sedang
9. Hitunglah 96 ÷ 8 dengan menggunakan teknik porogapit, tunjukkan langkah-langkahnya!
Sukar
10. Buatlah sebuah soal cerita pembagian bilangan cacah sampai 100 yang berkaitan dengan kegiatan di rumahmu, lalu selesaikan soal tersebut!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b   2. b   3. c   4. b   5. c

Isian Singkat:
6. 7
7. 21
8. 21 ekor ayam

Esai:
9. 96 ÷ 8 = 12 (9 puluhan dibagi 8 = 1 sisa 1, turunkan angka 6 menjadi 16, 16 dibagi 8 = 2, hasil akhir 12)
10. (dinilai berdasarkan kesesuaian soal cerita dengan kegiatan sehari-hari serta ketepatan hasil perhitungan siswa)

🌟 Kesimpulan

Pembagian bilangan cacah sampai 100 dapat dipahami sebagai kebalikan dari perkalian, dan dapat diselesaikan dengan teknik porogapit secara bersusun langkah demi langkah. Keterampilan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala PembelajaranSebagian siswa kurang teliti dalam menghitung pembagian yang dilakukan
Tindak LanjutDiminta mengulang sampai hasilnya benar dan dibimbing untuk menemukan kesalahannya
Siswa yang Sudah Paham 18
Siswa yang Belum Paham 5


🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sumatif Seni Rupa Selasa 1 september 2026

Seni Rupa • Kelas 3 Abdullah bin Umar

📋 Identitas Pembelajaran
Nama GuruSri Rahayu, S.Pd.
Hari / TanggalSelasa, 1 September 2026
Fase / KelasFase B / Kelas 3 Abdullah bin Umar
Mata PelajaranSeni Rupa
MateriGaris dan Bentuk
Pertemuan Ke8
🌙 Apersepsi

Allah Maha Khaliq, Sang Pencipta Segala Bentuk

Anak-anak, coba perhatikan sekeliling kita: pelangi melengkung indah di langit, daun berbentuk oval, sarang lebah berbentuk segi enam, dan bulan yang bulat sempurna. Semua garis dan bentuk itu tidak ada begitu saja — Allah Ta'ala yang menciptakannya dengan sangat rapi dan indah, sesuai nama-Nya Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta. Hari ini kita akan belajar mengenali garis dan bentuk, lalu mencoba membuat karya seni sederhana sebagai bentuk syukur atas keindahan ciptaan-Nya.

🎯 Capaian & Tujuan
CPPeserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna) yang ada pada dirinya dan lingkungan sekitar melalui pengamatan.
TPPeserta didik dapat mengenali macam-macam garis dan bentuk, serta menerapkannya dalam karya seni rupa sederhana (Ma-Mi-Joy: Mengamati - Mencoba - Joyful berkarya).
ATPMengamati garis & bentuk di lingkungan → Mengenal jenis-jenis garis dan bentuk → Berlatih menggambar garis dan bentuk → Menciptakan karya sederhana memadukan garis dan bentuk.
Model / MetodeDiscovery Learning, dipadukan tanya jawab, demonstrasi, dan praktik berkarya langsung.
🖍️ Penjabaran Materi

Mengenal Garis

Garis lurus (mendatar, tegak, miring), garis lengkung (seperti pelangi), dan garis zigzag (seperti gigi gergaji) adalah tiga jenis garis dasar yang bisa kita temukan di sekitar kita.

Mengenal Bentuk

Bentuk geometris punya sisi dan sudut yang teratur, misalnya lingkaran, persegi, dan segitiga. Bentuk organis lebih bebas dan tidak beraturan, misalnya bentuk daun, awan, atau tetesan air.

💡 Contoh di sekitar kita: roda sepeda (lingkaran), papan tulis (persegi panjang), atap rumah (segitiga), dan awan (organis).

🎬 Video Pembelajaran

▶️ [Tempel tautan video "Mengenal Garis dan Bentuk untuk Anak SD" di sini]

📝 Soal Post Test

🟢 Mudah (Pilihan Ganda)

1. Bentuk yang memiliki tiga sisi disebut ...
a. Lingkaran   b. Segitiga   c. Persegi

2. Garis yang berbentuk seperti pelangi disebut garis ...
a. Lurus   b. Lengkung   c. Zigzag

Kunci jawaban: 1. b (Segitiga)  |  2. b (Lengkung)
🟡 Sedang (Isian)

3. Roda sepeda berbentuk _______.

4. Sebutkan satu contoh benda di kelas yang berbentuk persegi panjang: _______.

Kunci jawaban: 3. Lingkaran  |  4. Contoh: papan tulis, buku, meja (jawaban bervariasi)
🔴 Sukar (Esai)

5. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara bentuk geometris dan bentuk organis, masing-masing berikan satu contoh!

Kunci jawaban: Bentuk geometris memiliki sisi dan sudut yang teratur, contoh: persegi, segitiga, lingkaran. Bentuk organis bersifat bebas dan tidak beraturan, contoh: bentuk daun, awan, atau tetesan air.
✨ Kesimpulan & Refleksi

Hari ini kita belajar bahwa garis (lurus, lengkung, zigzag) dan bentuk (geometris dan organis) ada di mana-mana di sekitar kita, sebagai bagian dari keindahan ciptaan Allah. Dengan mengenalinya, kita bisa mulai membuat karya seni sederhana dengan lebih percaya diri.

Refleksi GuruCatat: peserta didik yang masih perlu bimbingan membedakan bentuk geometris dan organis, serta pencapaian secara umum pada pertemuan ini.
😊 Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?
😄Senang
🙂Biasa Saja
😐Bingung
😴

MATERI AJAR MATEMATIKA KELAS 3 SELASA 1 SEPTEMBER 2026

Pembelajaran Harian Kelas 3  Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung IDENTITAS Nama Guru Sri Rahayu, S.Pd. Hari / Tanggal Selasa, 1...